Home / Artikel / Keutamaan Shalat Dhuha
Keutamaan Shalat Dhuha

Keutamaan Shalat Dhuha

Keutamaan Shalat DhuhaKeutamaan shalat dhuha memang perlu kita semua ketahui, agar kita lebih mantab dalam melaksanakannya. Setelah melakukan aktifitas sejak pagi, tentu kita perlu sedikit rehat agar kepenatan setelah beraktifitas sedikit berkurang. Maka Allah SWT memberi kita sarana untuk merecharge semangat yaitu dengan melakukan shalat dhuha, karena terdapat keutamaan shalat dhuha.

Jika memang kelonggaran terdapat di awal dan khawatir tidak ada waktu terluang setelahnya, rehat bisa dilakukan di awal kegiatan. Hanya saja idealnya kita memiliki jadwal khusus untuk rehat itu, yakni di waktu utama pengerjaannya.

Namun ketika amanah, tanggugjawab dan kesibukan menjadi rutinitas harian, tidak mengapa kita mengambil jeda semampu kita.

Abu Dzar ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Setiap tulang dan persendian badan dari kamu ada sedekahnya; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar makruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka yang dapat mencukupi hal itu adalah dua rakaat yang dilakukannya dari shalat dhuha.”

Abu Hurairah ra berkata,
“Kekasihku, Muhammad SAW berwasiat kepadaku agar melakukan tiga hal: berpuasa tiga hari pada setiap bulan (Hijriah, yaitu puasa putih atau Bidl, tanggal 13, 14, 15), dua rakaat shalat dhuha, dan agar aku melakukan shalat witir dulu sebelum tidur.” (HR Bukhari Muslim)

Keutamaan shalat Dhuha dari segi waktu
Waktu shalat dhuha terhitung panjang, mulai dari sesudah waktu haram hingga sesudah waktu haram. Maksudnya ialah waktu haram yang pertama adalah terbitnya matahari, sedangkan waktu haram yan kedua ialah saat matahari tepat di tengah hari, dan garis peredarannya. Kenapa diharamkan? Agar tidak seperti menyembah matahari. Kita diajarkan menjadi orang yang berkepribadian, tidak asal mengikuti. Cukup Rasulullah sebagai panutan.

Tentu ketika waktu yang disediakan longgar, ada waktu utamanya. Waktu itu, dalam redaksional hadits, sering digambarkan sebagai anak unta bangkit dari tempat diamnya karena mulai kepanasan atau kehausan. Saat terik matahari mulai menyengat, pasir mulai panas, sehingga panasnya dirasakan oleh kaki-kaki anak unta. Ini menunjukkan waktu utama shalat dhuha akan diakhirkan. Jika merunut kondisi di Indonesia berarti sekitar pukul 10-11, atau lebih dari itu asal berhati-hati terhadap waktu haram yang mulai muncul.

Zaid bin Arqam ra melihat orang-orang shalat dhuha, maka ia berkata: Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat dhuha di saat ini lebih utama, karena sesungguhnya Rasulullah bersabda, “Shalat dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim).

So, mari kita lebih bersemangat untuk menjalankannya dan jangan lupa mengingatkan sekaligus mengajak saudara-saudara kita untuk melazimi amal yang satu ini. Karena Rasulullah SAW bersabda :
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, ia berhak memperoleh pahala sebagaimana pahala orang yang meloakukannya.” (HR Muslim).

Rasulullah SAW bersabda,
“Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada satu orang kerenamu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah. (HR. Muslim)
Di masa Rasul, unta merah begitu prestisius. Pada masa sekarang bisa disamakan seperti mobil mewah. Tunggu apalagi…. Pahala besar menanti kita. Semoga Allah memberikan karunia-Nya kepada kita. Aamiin.

About admin

Check Also

DAUROH SYAR’IYAH DAN TAZWIDU DUAT

KEGIATAN AKHIR TAHUN SANTRI KELAS XII  (NIHA’I & NIHAIYAH) Dauroh Syar’iyah dan Tazwidu duat ( …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: